Dimensi
Proses Kognitif dalam Pembelajaran
Berdasarkan
Taksonomi Benjamin S. Bloom (1913-1999) yang Sudah Direvisi

Model
taksonomi Bloom yang sudah direvisi memetakan proses kognitif yang terjadi dalam
pembelajaran ke dalam 6 level dari yang paling rendah (remember, mengingat, menghafal) ke yang paling tinggi (create, mencipta) (Anderson, 2001:
66-88).
1. Remember (mengingat)
yaitu
memunculkan kembali pengetahuan yang relevan yang berasal dari ingatan. Tujuan
pembelajaran di sini adalah menghafal, yaitu agar pembelajar mengingat materi
ajar sebanyak yang sudah diajarkan.
a.
Mengenali
(mengidentifikasi)
yaitu
menemukan pengetahuan yang sudah ada di ingatan yang sesuai dengan materi yang
sedang dihadapi. Ketika dihadapkan pada informasi baru, pembelajar menentukan
apakah informasi tersebut berkaitan dengan pengetahuan yang sebelumnya sudah
dipelajari. Misalnya mengenali tanggal-tanggal penting dari Perang Diponegoro
dari pilihan jawaban yang tersedia. Tes dengan pilihan berganda merupakan alat
ukur yang biasa digunakan.
b.
Mengingat
kembali (mengambil)
yaitu
mendapatkan kembali pengetahuan yang relevan dari ingatan. Misalnya mengingat
barang-barang ekspor utama dari negara Bolivia. Bentuk tesnya misalnya “Apa
saja barang-barang ekspor utama dari negara Bolivia?”
2. Understand (mengerti)
yaitu
mengartikan pesan-pesan dari komunikasi lisan, tertulis, atau grafik. Tujuan
pembelajaran di sini adalah untuk transfer pengetahuan. Pembelajar sudah
mengerti sesuatu kalau dapat menghubungkan pengetahuan baru yang dipelajari
dengan pengetahuan lama yang sudah didapat, sehingga dapat mengintegrasikan
pengetahuan yang baru itu dalam skema kognitif yang sudah dimiliki sebelumnya.
a.
Menginterpretasi
(mengklarifikasi, mengatakan dengan ungkapan berbeda, menggambarkan,
menerjemahkan)
yaitu
mengubah suatu ungkapan (misalnya angka) ke ungkapan lain (misalnya verbal)
atau sebaliknya. Misalnya menuliskan soal Matematika yang berbentuk
kalimat-kalimat dalam persamaan angka-angka aljabar. Untuk menghindari hafalan,
permasalahan yang harus dikerjakan mesti mengandung unsur-unsur baru yang tidak
dijelaskan sebelumnya.
b.
Menjelaskan
dengan contoh-contoh (memberi ilustrasi, perumpamaan)
yaitu
memberikan contoh-contoh tertentu untuk menjelaskan suatu konsep atau prinsip.
Misalnya pembelajar dapat memilih dengan benar dari jawaban-jawaban yang
tersedia contoh konkret tentang penerapan prinsip toleransi terhadap kelompok
yang berbeda keyakinan.
c.
Membuat
klasifikasi (membuat kategori, membuat
penggolongan)
yaitu
menentukan bahwa sesuatu termasuk dalam kategori tertentu. Pembelajar dapat
mendeteksi ciri-ciri yang relevan dan cocok dengan konsep tertentu. Misalnya
klasifikasi tentang tumbuh-tumbuhan berdasarkan jenis akarnya. Pembelajar,
misalnya, mesti dapat melingkari jawaban-jawaban yang sesuai.
d.
Membuat
ringkasan (membuat abstraksi, membuat
generalisasi)
yaitu
membuat abstraksi tentang suatu tema umum. Misalnya pembelajar dapat menentukan
tema utama dari suatu novel atau dapat meringkas peran penting perjuangan RA
Kartini dalam satu paragraf.
e.
Menyimpulkan
(menarik konklusi, memprediksi sesuatu atas dasar
data-data yang tersedia, menimba suatu pelajaran dari suatu permasalahan)
yaitu
menarik suatu kesimpulan logis dari informasi yang tersedia atau menemukan
adanya satu pola yang sama dari contoh-contoh yang tersedia. Misalnya menarik
suatu prinsip tata bahasa dari contoh-contoh kalimat dalam pelajaran bahasa
asing. Tugas yang diberikan bisa:
(1) tugas
melengkapi
“Tentukan
satu angka sesudah deretan angka ini: 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, …!” Jawabannya 34
karena deret angka itu memiliki satu pola yang sama, yaitu angka berikut
merupakan penjumlahan dari 2 angka sebelumnya.
(2) tugas
analogi
“Jika
negara untuk presiden, provinsi untuk ….?” Gubernur.
(3) tugas
menemukan yang ganjil
“Mana
yang berbeda: harimau, serigala, singa, dan kambing?” Kambing, karena herbivora
dan bukan carnivora seperti 3 pilihan yang lain.
f.
Membandingkan
(atau membuat kontras, memetakan, mencocokkan)
yaitu
menemukan hubungan atau persamaan dan perbedaan antara dua ide, objek, dan
semacamnya. Misalnya membandingkan persamaan dan perbedaan latar belakang
terjadinya Perang Paderi dan Perang Aceh dalam perjuangan melawan penjajahan
Belanda.
g.
Menjelaskan
(membuat model)
yaitu
menemukan hubungan sebab-akibat dari sesuatu. Misalnya menjelaskan sebab dan
akibat dari munculnya Revolusi Perancis. Beberapa model pertanyaan bisa
dilontarkan kepada pembelajar, misalnya
(1)
menjelaskan alasan terjadinya sesuatu.
“Mengapa
udara dapat masuk ke ban sepeda ketika pompa sepeda ditekan?” Karena tekanan
udara di pompa lebih besar dari di ban sepeda.
(2)
menyelidiki permasalahan.
“Ketika
kamu menekan pompa sepeda ternyata tidak ada udara yang masuk ke ban sepeda.
Problemnya ada di mana?” Pentilnya tersumbat atau silinder pompanya berlubang.
(3)
mendesain ulang.
“Apa
yang harus dilakukan supaya pompa sepeda berfungsi lebih efisien?” Mengoleskan
oli antara silinder pompa dan pistonnya.
(4)
membuat prediksi
“Apa
yang terjadi kalau silinder pompa diperbesar?” Udara yang dipompakan akan lebih
banyak sebanding dengan makin besarnya silinder pompa.
3. Apply (menerapkan)
yaitu
menggunakan prosedur tertentu untuk berlatih atau memecahkan masalah.
a.
Melaksanakan
(menjalankan)
yaitu
menerapkan prosedur tertentu sebagai latihan untuk mengerjakan suatu tugas yang
sudah dikenali sebelumnya. Misalnya membagi sederet bilangan genap dengan
angka-angka tertentu sampai menghasilkan 4 angka di belakang koma.
b.
Menerapkan
(mengimplementasikan, menggunakan)
yaitu
menerapkan prosedur tertentu untuk memecahkan masalah yang belum diketahui
sebelumnya. Misalnya menggunakan Hukum Newton II untuk
permasalahan-permasalahan yang sesuai saja.
4. Analize (menganalisis)
yaitu
membagi-bagi materi dalam bagian-bagian tertentu dan menentukan bagaimana
bagian-bagian itu berhubungan satu dengan yang lain dan berhubungan dengan
struktur keseluruhan. Kecakapan analisis bisa dikembangkan melalui:
a.
Membedakan
(menyendirikan, memilah-milah, memilih, memfokuskan)
yaitu
membedakan bagian yang relevan dengan yang tidak relevan atau bagian yang
penting dengan yang tidak penting. Misalnya membedakan jeruk dan apel sebagai
buah. Perbedaan biji jauh lebih penting dibanding perbedaan warna dan bentuk
fisiknya keduanya.
b.
Mengorganisasi
(menemukan koherensi, mengintegrasikan, membuat garis besar, mendeskripsikan,
membuat struktur).
yaitu
menentukan bagaimana unsur-unsur sesuai atau berfungsi dalam keseluruhan
struktur. Misalnya menyusun bukti-bukti yang berlawanan atau mendukung suatu
penjelasan tentang penyebab runtuhnya Kerajaan Majapahit.
c.
Mengatribusikan
(mendekonstruksi)
yaitu
menemukan adanya sudut pandang tertentu, bias tertentu, stereotip tertentu,
nilai tertentu, maksud tertentu di balik suatu permasalahan. Menghubungkan di
sini mencakup proses dekonstruksi di mana pembelajar mencoba menemukan maksud
pengarang di balik materi yang dipelajari. Misalnya menemukan sudut pandang
yang digunakan pengarang dari suatu artikel mengenai terjadinya Perang Dingin
sesudah Perang Dunia II (misalnya pengarang ternyata pendukung fanatik dari
gerakan komunisme internasional). Contoh lain misalnya pembelajar diminta untuk
menentukan apakah pengarang sebetulnya ada di posisi melawan atau mendukung
pembabatan hutan lindung dari suatu artikel tentang pengembangan bisnis kelapa
sawit yang sangat prospektif di Sumatera.
5. Evaluate (mengevaluasi)
yaitu membuat
penilaian atas dasar kriteria atau standar tertentu. Kriteria yang biasa
digunakan misalnya kualitas, efektivitas, efisiensi, dan konsistensi. Tidak
semua bentuk penilaian bersifat evaluatif. Penilaian baru bersifat evaluatif
kalau didasarkan pada kriteria yang didefinisikan dengan jelas.
a.
Memeriksa
dengan teliti (mengoordinasikan, menyerasikan,
menyelaraskan, mendeteksi, memonitor, menguji)
yaitu
menilai ada tidaknya konsistensi internal
(mendeteksi adanya inkonsistensi atau kekeliruan dalam suatu proses atau
produk, menentukan apakah proses atau produk tersebut memiliki konsistensi
internal, mendeteksi efektivitas suatu prosedur saat diterapkan). Misalnya
menentukan apakah kesimpulan yang diambil oleh penulis sesuai dengan
premis-premis sebelumnya atau apakah data-data yang tersedia mendukung atau
melemahkan hipotesis yang dibuat.
b.
Mengritik
(menilai secara kritis bobot dari suatu pilihan)
yaitu
menilai atas dasar kriteria eksternal (mendeteksi
adanya inkonsistensi antara suatu produk dan kriteria eksternal, menentukan
apakah suatu produk memiliki konsistensi eksternal, mendeteksi kesesuaian dari
suatu prosedur untuk memecahkan masalah tertentu). Di sini pembelajar mencatat
segi positif dan negatif dan membuat penilaiannya. Cara menilai ini sangat erat
berkaitan dengan kecakapan berpikir
kritis. Misalnya menentukan mana cara terbaik di antara dua cara yang
tersedia untuk memecahkan masalah tertentu atau menentukan konsekuensi positif
dan negatif kalau Ujian Nasional yang seragam diterapkan pemerintah tanpa
pandang bulu dan membuat penilaian tentang mana solusi yang terbaik.
6. Create (mencipta)
yaitu
menyatukan unsur-unsur tertentu untuk membentuk suatu keseluruhan yang koheren
atau keseluruhan yang fungsional; menyusun kembali unsur-unsur tertentu untuk
membentuk suatu pola atau struktur yang baru. Misalnya pembelajar diminta untuk
membuat produk baru dengan menata ulang gagasan-gagasan sebelumnya. Pembelajar
diminta menemukan sintesis yang baru dari materi yang tersedia sehingga
menghasilkan keseluruhan yang baru entah dalam mengarang, menggambar, membuat
patung, dsb. Di sini penilaian terhadap hasil kinerja pembelajar tidak mesti
harus berdasarkan keunikan atau orisinalitas tetapi yang penting pembelajar
bisa membuat sintesis yang baru dari berbagai sumber materi. Sering terjadi
dalam menyusun karangan Create
terjadi. Meskipun demikian kalau karangan hanya bersifat mengulang gagasan atau
interpretasi terhadap materi tertentu, Create
tidak terjadi.
Proses kreatif
dapat dibagi dalam 3 fase, yaitu menemukan permasalahan, merencanakan
langkah-langkah untuk menemukan solusi, dan menjalankan rencana tersebut sampai
berhasil.
a.
Menghasilkan
(merumuskan, membuat hipotesis)
yaitu
menemukan permasalahan dan merumuskan hipotesis pemecahannya berdasarkan
kriteria tertentu. Tujuan level ini lebih bersifat divergen, yaitu mencari berbagai
kemungkinan (bandingkan dengan tujuan dari level Understand yang lebih bersifat konvergen,
yaitu untuk sampai pada satu
pengertian yang sama). Misalnya merumuskan alternatif-alternatif hipotesis
untuk memecahkan suatu permasalahan. “Buatlah beberapa kemungkinan hipotesis
untuk memecahkan masalah banjir di Jakarta!”. Guru/dosen harus menetapkan
kriteria-kriteria yang diberikan juga kepada para pembelajar untuk menilai
jawaban-jawaban yang diberikan. Misalnya apakah alternatif pemecahan masalahnya
cukup komprehensif dan menggunakan berbagai pendekatan, apakah setiap
alternatif masuk akal, apakah setiap alternatif bisa diterapkan secara konkret,
dsm.
b.
Membuat
rencana (merancang desain)
yaitu
menemukan cara untuk memecahkan masalah atau menjalankan tugas dan membuat
rencana langkah-langkahnya. Di sini pembelajar bisa menentukan sasaran-sasaran
sekunder, membagi pelaksanaan tugas dalam langkah-langkah kecilnya dsm.
Misalnya menyusun proposal untuk suatu penelitian, menyusun kerangka suatu
karangan, menentukan suatu cara untuk meneliti permasalahan tertentu.
c.
Memproduksi
(mengonstruksi)
yaitu
melaksanakan rencana pemecahan suatu masalah sesuai kriteria-kriteria yang
sudah ditentukan. Misalnya mengonstruksi habitat yang sesuai untuk hidupnya
spesies tertentu dengan kriteria tertentu atau membuat karangan drama tentang
mitos Gunung Tangkuban Perahu dengan kriteria tertentu.
Keenam level dalam taksonomi tersebut dapat diidentifikasi
dari aktivitas yang dilakukan pembelajar yang dideskripsikan dalam kata-kata
kerja kunci sejajar dengan kata-kata kerja di atas sebagai berikut (remember dan understand sering dijadikan satu):
- Remember – understand
bertanya,
mencocokkan, menemukan, mendengarkan, mengidentifikasi, mencari, melokalisir,
mengamati.
- Apply
Membuat
daftar, menyusun, mengajari, menggambar, membuat sketsa, mengubah, mengadakan
interview, membuat eksperimen, merekam, melaporkan, menstimulasi.
- Analyze
Membuat
klasifikasi, membuat kategori, memilah-milah, membandingkan, membedah (untuk
mengetahui isinya), mengontraskan, melakukan survei, memperlihatkan.
- Evaluate
Mengevaluasi,
menilai, berdebat, berdiskusi, mengulas, memutuskan, merekomendasikan, memilih.
- Create
Membuat
kombinasi baru, menciptakan yang baru, membuat desain baru, menyusun karangan,
membuat hipotesis, meramalkan, memprediksi, memperkirakan, menghasilkan,
menyimpulkan, berimaginasi, menulis, memainkan suatu peran.
Referensi
Anderson, L.
W., & Krathwohl, D. R. (Eds.). (2001) A
taxonomy of learning, teaching, and assessment: A revision of Bloom’s taxonomy
of educational objectives. New York: Longman.
Post a Comment
Semua umpan balik saya hargai dan saya akan membalas pertanyaan yang menyangkut artikel di Blog ini sesegera mungkin.
1. Komentar SPAM akan dihapus segera setelah saya review
2. Jika ada Link Download rusak silahkan komentar dibawah ini
3. Jika Anda memiliki masalah silahkan bertanya di papan komentar
4. Silahkan menyertakan link artikel ini yang mau share ke blog Anda .